This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, July 30, 2012

Madrasah Ramadhan


“Nggak terasa ya, bulan Rajab telah lewat. Dan sekarang di ujung bulan Sya’ban. Ah senangnya sebentar lagi kita akan menjumpai bulan Ramadhan.” 

Bulan Ramadhan merupakan madrasah khusus yang dibuka setiap tahun. Tujuannya adalah tarbiyah amaliyah bagi umat Islam. Kita diwajibkan berpuasa di siang hari dan anjuran qiyamu ramadhan aka shalat tarawih dan witir di malam hari.

Di madrasah Ramadhan ini kita belajar sabar, berkurban, mendahulukan orang lain, kesungguhan niat, kuat kemauan, keluhuran semangat, menundukkan pandangan, keluasan dada, menjaga diri, amanah, jujur, dan ikhlas.

Menurut Dadang Hawari, guru besar FK UI, di dalam puasa mengandung enam hikmah. Pertama puasa adalah wujud rasa syukur kepada Allah. Kedua melatih diri dalam menahan hawa nafsu syahwat, baik syahwat perut maupun syahwat seksual. Ketiga, puasa mampu menahan diri dari berbuat maksiat. Keempat, dapat merasakan penderitaan orang-orang miskin. Kelima, melatih kesabaran, kejujuran, dan kedisiplinan. Keenam, puasa itu menyehatkan. Jadi kalau disederhanakan esensi puasa adalah self control.  

Dari sekian hikmah ini, orang yang berpuasa mempunyai kesempatan yang besar untuk memperoleh nafahaat (hembusan-hembusan rahmat) dari Allah SWT.

Oleh karena itu, dalam madrasah ini kita dianjurkan menghidupkan sunnah-sunnah Ramadhan, seperti menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Disamping itu kita mengkhatamkan al-Quran setidaknya sekali di bulan Ramadhan. Dan memuliakan momen turunnya al-Quran (nuzulul Qur’an) dari Lauh Mahfudz ke langit bumi.

Infak dan sedekah juga perlu digalakkan. Kemudian i’tikaf di sepuluh hari terakhir. Dan memperbanyak aktivitas taklim serta memperbanyak perpaduan doa syahadat, istighfar, memohon surga dan dijauhkan dari neraka.

Ramadhan juga menjadi momentum mencari Lailatul Qodar di sepuluh hari terakhir. Di malam-malam ganjil. Paling tidak kita rajin jamaah Isya dan Shubuh serta qiyamullail.

Dan semoga ketika kita keluar dari madrasah Ramadhan ini, kita mendapatkan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.


Marhaban ya Ramadhan
Marhaban ya Ramadhan
Marhaban ya Ramadhan
Berikanlah kami kemurahan dengan pengampunan

(Doa Salafushalih Hadramaut menyambut Ramadhan)

Oleh-oleh Ramadhan dari Asma Nadia


            “Karena kita tidak tahu kapan maut akan menjemput, maka menulislah. Karena menulis membuat kita abadi.” Kata Asma Nadia ketika seorang peserta bertanya kenapa menulis? Inilah yang memotivasi Asma Nadia menulis, selain untuk membuat bangga orang tua. Usia.

            Aku tak akan melupakan senjakala yang inspiring itu, Rabu (25/7). Launching novel teranyar Asma Nadia “Cinta di Ujung Sajadah.” Acara yang di gelar dalam rangka Republika Ramadhan Fair di kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Meski sebagian besar tips tentang menulis novel sudah tahu. Namun kali ini aku mendapat ilmu yang baru. Apalagi bisa berjumpa langsung dengan sang idola. Subhanalloh…

            Menurut Asma Nadia, sebuah novel yang bagus harus mempunya opening yang menarik. Kenapa? Karena, biasanya calon pembeli buku akan membaca lebih dulu pada bagian awal. Paragraf pembuka harus membuat calon pembeli kesengsem untuk terus membaca halaman berikutnya. Hingga akhirnya membeli buku kita.

            Tips lain kata Asma Nadia adalah konflik dalam cerita harus kuat, lalu buatlah penokohan yang meninggalkan jejak di hati pembaca. Tokoh cerita kita harus khas. Dan terakhir, ending yang menarik. Yang tidak membosankan dan tidak mudah ditebak oleh pembaca.

            Asma Nadia juga memberikan bocoran yang berharga tentang dunia penerbitan dan toko buku. Misalnya, tidak semua penerbit mempunyai anggaran pemasaran untuk semua buku yang diterbitkan. Paling dua atau tiga buku. So, kita harus membantu penerbit untuk menjual buku kita. Bagaimana caranya? Dua minggu sebelum buku kita terbit, pasang cover buku kita di Facebook atau kirimkan resensi buku kita ke media massa. Jangan lupa garap profil Facebook atau Twitter kita. Jangan tampilkan foto profil yang alay aka lebay. Dan update status hanya yang bermanfaat saja.
           
            “ Toko buku itu kejam,” kata Asma Nadia. “Dua minggu buku kita tidak bergerak maka akan ditarik ke gudang.”  .

            Nah loh. Untung masih bisa online. Itulah mengapa kita harus menggarap dunia maya. Jadi kalau terpaksa buku kita ditarik ke gudang, masih bisa dijual secara online. Begitulah petuah Asma Nadia.

            Puh! Sayang sekali waktunya terbatas. Jauh-jauh datang dari Bogor tentu tidak hanya ingin mendengar Asma Nadia cuap-cuap tentang menulis saja kan.

            “Yeee, jangan kecewa” kata Asma Nadia mengakhiri acara. “Bagi yang belum puas dan ingin bertanya lagi, kalian bisa nulis di dinding Asma atau mention ke Twitter.”
Loh kok Asma Nadia tahu yah, seolah mempunyai telepati. Begitulah hebatnya seorang penulis yang mampu mengadakan pertemuan pikiran dengan pembacanya.

            Selesai acara Asma Nadia dirubung sama penggemarnya seperti laron kepada lampu. Ada yang minta tanda tangan, minta foto bareng. Duh, senangnya jadi penulis terkenal.